Sayyidul Istighfar

Sayyidul Istighfar

www.ilmusunnah.com

Dari hadis Saddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

قَالَ: وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ

“Sayyidul Istighfar itu adalah engkau mengucapkan:

“Ya Allah, Engkaulah Rabb-ku, tiada ilah (yang berhak diibadahi) kecuali hanya Engkau, Yang telah menciptakan-ku, dan aku adalah hamba-Mu, aku di atas perjanjian dengan-Mu dan akan setia sedaya upaya-ku. Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan apa-apa yang aku lakukan, aku mengakui akan nikmat-nikmat-Mu atas-ku, dan aku mengakui terhadap-Mu akan dosa-dosaku, maka ampunilah aku, kerana tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa-ku kecuali Engkau.”

Siapa yang mengucapkannya di waktu siang dengan meyakininya, lalu jika dia mati pada hari tersebut sebelum masuk waktu petang, maka dia termasuk dari kalangan ahli jannah. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam dengan meyakininya, lalu jika dia mati sebelum masuk waktu Subuh, maka dia termasuk dari kalangan ahli jannah.” (Shahih Al-Bukhari, no. 6303)

Doa-Wirid-013